Kamis, 21 Maret 2019

Bukan soal Murah, tapi Antreannya

Oleh Dadi Darmadi, Periset Ritual Ibadah Haji
15 Maret 2019, 13:09:59 WIB

JawaPos.com – Alhamdulillah, penyelenggaraan ibadah haji semakin dekat. Rangkaian persiapan terus bergulir. Yang terbaru adalah penetapan jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019 yang dimulai pekan depan. Saya mengamati, penetapan BPIH tahun ini tidak begitu memunculkan gejolak.

Sebab, besaran rata-rata ongkos haji tahun ini sama dengan tahun lalu. Yakni, Rp 35,2 jutaan per jamaah. Meskipun di awal-awal pembahasan menguat bakal naik, akhirnya biaya ibadah haji ditetapkan tidak naik.

Menurut saya, pemerintah pasti telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Khususnya para calon jamaah haji. Hanya, pemerintah tidak bisa terus-menerus berlindung di bawah argumen bahwa ongkos haji Indonesia murah.

Bahkan, sempat ada klaim bahwa biaya haji Indonesia termurah di kawasan ASEAN. Memang secara nominal murah. Tetapi, perlu diketahui bahwa program penyelenggaraan haji itu berbeda-beda di setiap negara. Misalnya, di Brunei Darussalam atau di Singapura, program haji reguler hampir sama dengan haji khusus di Indonesia. Tentunya karena hampir menyamai program haji khusus, layanan akomodasi yang didapatkan lebih baik ketimbang fasilitas haji reguler.

Di balik biaya haji yang tidak naik, sejatinya itu hanya kulitnya. Sebab, biaya riil ongkos haji mengalami kenaikan. Hanya, penggunaan hasil optimalisasi sebagai subsidi dana haji dinaikkan. Sehingga biaya haji yang benar-benar ditanggung jamaah (direct cost) tidak naik.

Saya juga menyimak adanya salah satu kandidat calon wakil presiden yang membuka wacana menurunkan biaya haji. Menurut saya, gagasan atau argumen itu kurang tepat. Saat ini, yang dibutuhkan bukan ongkos haji murah. Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah bagaimana memperbesar peluang orang yang sudah lama antre untuk cepat bisa berhaji. Jadi, yang paling penting saat ini adalah memperjuangkan bagaimana kuota haji Indonesia bisa bertambah. Sehingga tiga juta lebih calon jamaah haji yang ada di waiting list tidak perlu lama-lama menunggu.

Kalau biaya haji dibuat semakin murah lagi, mau sampai berapa juta lagi calon jamaah yang mengantre? Dengan kondisi antrean sekarang saja, dana setoran awal calon jamaah haji telah menyentuh angka Rp 100 triliun lebih.

Jadi, kembali saya menekankan, yang lebih signifikan diupayakan saat ini adalah memperjuangkan penambahan kuota jamaah haji. Lobi-lobi atau upaya diplomatik harus terus dilakukan pemerintah Indonesia. Baik itu menyampaikan langsung ke pemerintah Arab Saudi maupun melalui Organisasi Konferensi Islam. 

*) Direktur Advokasi dan Knowledge Management PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) UIN Syarif Hidayatullah

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos M. Hilmi Setiawan/c6/oni)

Bukan soal Murah, tapi Antreannya