Selasa, 19 Februari 2019

Tak Rekam e-KTP, Administrasi Kependudukan 848 Warga Solo Diblokir

12 Februari 2019, 11:10:34 WIB

JawaPos.com- Administrasi kependudukan 848 warga Solo dipastikan diblokir. Pasalnya, mereka tidak kunjung melakukan perekaman e-KTP sampai batas waktu terakhir, yakni Sabtu lalu (9/2). Dengan pemblokiran tersebut, mereka tidak bisa mengakses pelayanan publik sampai administrasi kependudukannya diselesaikan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo Suwarta mengatakan, pihaknya sudah memberikan waktu luang kepada warga untuk melakukan perekaman data. Akan tetapi, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

Sehingga, dari 1.026 warga yang belum melakukan rekam data, hanya 178 warga yang melakukan rekam data sampai batas waktu yang ditentukan. Sisanya, yakni sebanyak 848 warga tidak datang.

"Kami sudah menyampaikan undangan kepada 1.026 warga yang belum melakukan rekam data, tetapi masih banyak yang tidak datang saat perekaman," kata Suwarta kepada JawaPos.com, Selasa (12/2).

Sebagai konsekuensinya, administrasi kependudukan warga yang tidak melakukan rekam data akan diblokir. Suwarta menjelaskan, ada beberapa penyebab ketidakhadiran warga saat perekaman data.

"Ada yang meninggal, ganda, pindah domisili, dan juga memang tidak datang untuk melakukan perekaman data," jelasnya.

Sampai saat ini, perekamaman e-KTP di Solo sudah mencapai 99,75 persen. Suwarta berharap warga yang belum melakukan rekam data agar segera mengurusnya. Sebab jika sampai diblokir, maka warga tidak bisa melakukan pelayanan yang membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Editor : Dida Tenola

Reporter : Ari Purnomo

Tak Rekam e-KTP, Administrasi Kependudukan 848 Warga Solo Diblokir