Senin, 18 Februari 2019

Soekarwo Pamer Kemesraan, Khofifah Nyanyi Lagu Slank

12 Februari 2019, 10:30:59 WIB

JawaPos.com - Gubernur Soekarwo tadi malam menggelar acara khusus untuk berpamitan dengan seluruh stakeholder di Jatim. Momen itu juga jadi arena perkenalan awal dengan duet gubernur-wakil gubernur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Dalam acara bertajuk Malam Pamit Purna Tugas tersebut, Soekarwo bersama sang istri, Nina Soekarwo, berpamitan kepada seluruh kepala/wakil kepala daerah di 38 kabupaten/kota serta jajaran Forkopimda Jatim.

Suasana pamitan itu begitu gayeng dan penuh nuansa humor. Saat didapuk memberikan pesan dan kesan, Soekarwo menunjukkan kemesraannya dengan sang istri. "Terima kasih buat Dik Nina (Nina Soekarwo, Red)," katanya yang disambut meriah oleh hadirin.

Soekarwo (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Soekarwo menceritakan keharmonisannya bersama sang istri sejak menikah hingga kini. "Sampai punya cucu, saya manggil istri saya tetap Dik Nina. Dan saya dipanggil Mas Karwo. Biar kelihatan gimana gitu," kata Soekarwo yang kembali membuat suasana pamitan itu begitu cair.

Dalam acara perpisahan itu, Soekarwo juga menceritakan berbagai kesan selama sepuluh tahun memimpin Jatim. Dia mengaku, ada banyak yang membuatnya mampu menjalankan tugas sebagai gubernur. Salah satunya adalah kultur masyarakat Jatim yang luar biasa dan sangat plural. Meski memiliki perbedaan, mereka bisa berdampingan dengan damai. "Selain itu, tokoh masyarakat dan ulama sangat luar biasa," katanya.

Karena itu pula, banyak program yang dilangsungkan pemprov bisa terealisasi. Dia mencontohkan keberhasilan program penutupan lokalisasi-lokalisasi di Jatim. Sejak 2010 hingga 2016, sudah ada 47 lokalisasi di provinsi ini yang ditertibkan. Selain itu, banyak program lain yang berlangsung mulus.

Selain memberikan ucapan selamat kepada Khofifah yang bakal menerima tongkat estafet kepemimpinan, Soekarwo menyampaikan beberapa masukan kepada Khofifah. Dia menyebut kultur masyarakat Jatim yang terbuka membuat proses pembuatan kebijakan secara musyawarah mufakat bisa dibuat.

"Hal itu pula yang membuat pengambilan keputusan tidak pernah melalui voting. Memang butuh waktu untuk menciptakan kultur itu. Namun, itu adalah hal yang bagus," katanya.

Nuansa gayeng juga terasa ketika Khofifah menyampaikan kesannya dalam acara tersebut. Di hadapan Soekarwo, dia menceritakan kisah ketika dirinya mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri sosial saat akan maju pilgub. "Saat itu ada tiga menteri yang menyanyikan lagu Slank untuk saya," kata Khofifah. Dia lantas menyanyikan lagu berjudul Ku Tak Bisa milik band legendaris tersebut.

Cerita itu tidak jauh beda dengan perpisahan Soekarwo menjelang akhir masa tugasnya. "Sepuluh tahun memimpin, beliau bisa menjalin hubungan dengan seluruh kalangan," katanya.

Khofifah mengaku banyak belajar dari Soekarwo. Termasuk soal bagaimana menjalin komunikasi dengan seluruh kalangan. "Kami juga sudah bertemu dengan DPRD, bagaimana membangun pemerintahan yang baik selama sepuluh tahun itu."

Mantan Mensos tersebut menyatakan, hal-hal positif yang sudah dilakukan di masa kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf akan tetap dilanjutkan. "Yang kurang akan dibenahi," katanya.

Yang menarik, dalam acara tersebut tidak tampak Wakil Gubernur Saifullah Yusuf. Ke mana dia?

Pada pukul 20.30, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengunjungi redaksi Jawa Pos di Surabaya. Dia berpamitan dan menyampaikan terima kasih karena Jawa Pos telah membantunya selama 10 tahun berpasangan dengan Soekarwo. Gus Ipul juga berharap agar pasangan Khofifah-Emil bisa melanjutkan PR-PR yang belum sempat diselesaikannya bersama Soekarwo.

"Problem utama yang harus diprioritaskan itu adalah pendidikan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, dan pertanian," katanya.

Gus Ipul menyebut problem banjir di Sampang yang belum bisa diselesaikan hingga masa kerjanya berakhir. Ketua PB NU itu juga menyebut kasus pengungsi Syiah yang masih tertahan di Jemundo. "Semua itu belum mampu diselesaikan di era Pak Karwo dan saya," ucapnya. Menurut dia, harus ada road map yang jelas untuk menuntaskan problem-problem tersebut.

Setelah tak lagi menjabat Wagub, apa rencana Gus Ipul selanjutnya? "Saya akan belajar menjadi petani tomat," katanya, lantas tersenyum. Gus Ipul mengaku sudah menjalin komunikasi dengan rekannya yang berpengalaman menerapkan green house. Tidak tertarik terjun ke politik lagi? "Nantilah, 1-2 tahun ini saya cooling down dulu," katanya.

Khofifah Kampanyekan Jokowi- Ma'ruf di Lampung

Sementara itu, kemarin siang Khofifah masih sibuk berkampanye mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia menghadiri deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional Provinsi Lampung di Ponpes Wali Songo, Kampung Sukajadi, Lampung Tengah. Deklarasi itu juga dihadiri gubernur terpilih Lampung Arinal Djunaidi. Arinal menyatakan belajar banyak dari Khofifah.

"Bu Khofifah ini guru saya. Saya beberapa kali diajak beliau dalam acara nasional. Artinya, saya tidak boleh jauh dari NU. Saya bangga bisa hadir di tengah santri dan kiai. Setelah dilantik, saya akan tingkatkan lagi supaya dekat dengan NU," katanya sebagaimana yang dilaporkan Jawa Pos Radar Lampung.

Khofifah merasa perlu turun tangan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Lampung. Dia menjelaskan, pada masa pemerintahan Jokowi, Lampung memiliki jalan tol. Dia juga menyebutkan keberhasilan Jokowi menguasai saham mayoritas di Freeport.

"Dari saham 9 persen di Freeport, sekarang Indonesia sudah punya 51,2 persen. Jadi, sudah selayaknya kita mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin," tutur Khofifah.

Temui KPK setelah Pelantikan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan bahwa hanya tiga orang yang besok dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Selain Khofifah dan Emil, Wagub Jambi Fachrori Umar dilantik presiden sebagai gubernur definitif. Fachrori diresmikan sebagai gubernur setelah kasus suap yang menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola dinyatakan inkracht.

Menurut Tjahjo, berdasar UU Pemerintahan Daerah, masa jabatan kepala daerah tidak boleh dikurangi sehari pun. Masa jabatan Soekarwo, menurut jadwal, berakhir hari ini. "Maka tanggal 13 (besok, Red) atas arahan presiden, waktunya ada, jam tiga sore sementara (pelantikan)," ujarnya menjelang pembukaan rakor humas pemda se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin.

Bila tidak ada perubahan, sepekan kemudian atau 20 Februari mendatang, giliran gubernur dan wakil gubernur terpilih Riau Syamsuar-Edy Nasution yang dilantik. Disusul gubernur dan wakil gubernur terpilih Maluku Murad Ismail Barnabas Orno yang dilantik pada Maret nanti.

Terakhir adalah pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim. "Memang lucu, sudah pilpres, tapi ada (pelantikan gubernur). Maluku itu (jadwalnya) Juni," lanjut Tjahjo. Tidak mungkin jadwal dimajukan mengikuti gubernur lain karena sama saja dengan memotong masa jabatan.

Sebagaimana pelantikan gubernur-gubernur sebelumnya, tetap ada tradisi mengunjungi KPK setelah pelantikan. Karena itu, Khofifah, Emil, dan Fachrori juga akan dibawa tur ke KPK untuk berdialog dengan pimpinan lembaga antirasuah itu.

"Setelah kami bawa, bisa baik-baik semua. Soal ada (kasus) Jambi dan Bengkulu, itu bukan salah KPK," tambahnya. Yang penting, gubernur telah bertemu dan berdialog dengan pimpinan KPK pada awal masa jabatan mereka. 

Editor : Dida Tenola

Reporter : (ris/riq/sya/byu/c14/c10/c6/c5/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Soekarwo Pamer Kemesraan, Khofifah Nyanyi Lagu Slank