Selasa, 19 Februari 2019

Penyesuaian Sistem Ceisa, Faktor Terhambatnya Pengiriman Barang

12 Februari 2019, 18:50:39 WIB

JawaPos.com - Melambatnya alur pengiriman barang keluar Batam belakangan ramai diperbincangkan. Kondisi ini, dinilai mempengaruhi sistem ekonomi khususnya pada sektor usaha Penyelenggara Jasa Titip (PJT) yang tengah bergeliat dengan banyaknya transaksi jual beli online di Batam.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe B Batam, Susila A Brata menyampaikan, kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Utamanya adalah, terkait penerapan sistem pelayanan dan pengawasan barang yang masuk ataupun keluar dari wilayah Republik Indonesia.

Dimana sistem ini, diterapkan dengan menggunakan aplikasi Ceisa Barang Kiriman Bea dan Cukai. Aplikasi Ceisa ini, kata Susila, merupakan salah satu inovasi Bea Cukai untuk menghadirkan peningkatan pelayanan pengawasan pengiriman barang untuk kawasan bebas seperti Batam dan daerah serupa.

"Hanya saja, dalam penerapannya memang masih membutuhkan penyesuaian dari seluruh PJT yang ada di Batam. Sehingga menghadirkan perlambatan," terang Susila di kantornya, Selasa (12/2).

Sejak mulai diterapkan pada 1 Februari 2019 lalu, ada beberapa kendala yang dihadapi. Diantaranya, perlu adaptasi aplikasi PJT ke aplikasi Ceisa; sistem barcode belum semuanya terstandar; kurangnya SDM; dan layout gudang belum sepenuhnya ideal.

Untuk mengendalikan persoalan tersebut, Bea Cukai telah mengambil Iangkah-langkah seperti, terus melakukan komunikasi intensif antara Bea dan Cukai dan PJT untuk mencari solusi terkait permasalahan barang kiriman. Bea Cukai juga telah dilakukan rapat koordinasi antara Bea dan Cukai dan PJT dalam rangka evaluasi implementasi apIikasi Ceisa.

"Tidak semua PJT itu punya sistem yang langsung bisa menyesuaikan dengan sistem baru ini. Sehingga, kita masih melakukan koordinasi untuk memperlancar implementasinya," jelas Susila.

Dari koordinasi tersebut, telah disiapkan sejumlah tindakan. Khususnya dari PJT untuk bisa segera menghadirkan penyesuaian sistem. Antara lain, PJT akan memperbaiki sistem internal agar struktur data sinkron dengan apiikasi Ceisa; PJT akan membuat barcode yang standar yang memudahkan untuk dibaca oleh alat scanner Bea Cukai.

Kemudian, Bea Cukai telah menambah SDM dan tambahan komputer dan alay scanner di layanan PJT sesuai kebutuhan, Bea Cukai juga akan menerapkan sistem manajemen resiko layanan barang kiriman. Dengan mempertimbangkan ketentuan terkait batasan harga barang dan pihak penerima barang kiriman (de minimus dan antispliting).

Dalam prosesnya, PT. Pos Indonesia Cabang Batam telah memperluas ruang gudang kargo Kantor Pos. Dari yang sebelumnya seluas 45 menjadi 159 Meter Persegi. PT. Pos Indonesia telah melakukan perubahan flow pekerjaan untuk memperlancar arus pemeriksaan dan pengiriman barang.

"Kita harapkan bisa segera memperlancar proses pengiriman sehingga tidak ada lagi penumpukan," tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Penyesuaian Sistem Ceisa, Faktor Terhambatnya Pengiriman Barang