Kamis, 21 Maret 2019

Dibawa Kabur Kakak Angkat, si Adik Kini Berbadan Dua

12 Februari 2019, 23:00:01 WIB

JawaPos.com – Seorang pria lajang berinisial SR, 29, nekat membawa kabur perempuan di bawah umur berinisial JM. Padahal JM adalah adik angkatnya sendiri. JM, gadis 16 tahun itu dibawa lari oleh SR ke Pangkajene Kepulauan, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama dua bulan.

Kasus tersebut pun baru terendus oleh polisi setelah orang tua JM melaporkan kasus itu ke Mapolsek Gunung Tabur, November 2018. Saat itu, orang tua JM melaporkan anaknya yang sudah dua hari tak pulang ke rumah.

Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Gunung Tabur mencari JM. Puncaknya ketika kepolisian mendapat informasi keberadaan JM di Pangkep. Aparat pun berupaya menjemput JM dan SR di Pangkep, dibawa pulang ke Berau, Kalimantan Timur.

Kapolsek Gunung Tabur Iptu Ningtyas Widyasmita mengatakan, atas perbuatannya tersebut, SR dikenai kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Orang tua korban saat itu datang ke Mapolsek mengadukan anaknya hilang dan diduga dibawa kabur oleh pacarnya,” ujarnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (12/2).

“Kami (polisi) berusaha mencari keberadaan korban dan pelaku selama dua bulan. Akhirnya kami mendapat informasi bahwa mereka ada di Pangkep, Sulsel. Kami pun mengamankan keduanya di sana kemudian membawa pulang ke Berau,” lanjut Ningtyas.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pelaku SR membawa kabur JM dengan iming-iming korban akan dinikahi. Bahkan saat ini, korban telah hamil dua bulan.

“Modusnya, pelaku berjanji menikahi korban. Karena korban masih 16 tahun, SR pun merekayasa identitas korban dan menikahinya secara siri di Pangkep,” jelas Perwira Polwan tersebut ketika dikonfirmasi Berau Post (Jawa Pos Group), Senin (11/2).

Dari penuturan kepada polisi, SR mengaku telah berpacaran dengan korban JM selama lima bulan. Bahkan, mereka telah beberapa kali berhubungan layaknya pasangan suami-istri, sebelum kabur ke Sulawesi.

“Pelaku ini tinggal di rumah orang tua korban dan telah dianggap sebagai anak angkat oleh orang tua korban,” ungkapnya.

SR yang diketahui adalah residivis pencurian di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), kini mendekam di sel tahanan Mapolres Berau untuk menjalani proses hukum. SR dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Jpg

Dibawa Kabur Kakak Angkat, si Adik Kini Berbadan Dua