Selasa, 19 Februari 2019
Malam Terakhir Menjabat Gubernur Jatim

Pakde Karwo: Saya Mohon Pamit karena Gaji Tinggal Satu Amplop

11 Februari 2019, 21:21:01 WIB

JawaPos.com- Gubernur Jawa Timur Soekarwo menggelar acara silaturahim dengan kepala daerah se-Jawa Timur di gedung Grahadi, Senin malam (11/2). Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu pamitan dengan seluruh stakeholder. Mulai pukul 00.00 WIB nanti, dia bakal meninggalkan posisi gubernur yang telah didudukinya selama 10 tahun.

"Saya mohon pamit karena gaji tinggal satu amplop. Besok pukul 00.00 WIB (Selasa dini hari, Red), saya sudah berhenti. Kemudian Khofifah dan Emil yang melanjutkan kereta atau kapal yang berjalan menuju pelabuhan masyarakat Jawa Timur idamkan," tutur Pakde Karwo.

Usai berpamitan, Pakde Karwo punya pesan untuk Khofifah dan Emil. Dia ingin Khofifah dan Emil menjalankan pemerintahan dengan baik. Sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Timur yang majemuk.

Kedua, dengan kultur itu, Pakde Karwo berharap Khofifah dan Emil mengutamakan cara-cara dialog dan musyawarah dalam memerintah. Terutama saat mengeluarkan kebijakan untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur.

Juga soal hubungan pemprov dengan DPRD Jawa Timur. Pakde mengatakan, selama ini pemprov dan anggota dewan tidak pernah sampai melakukan voting dalam menerbitkan kebijakan.

"Memang musyawarah dan mufakat itu panjang, tapi nilai yang bagus. DPRD Jatim saja tidak pernah menerbitkan kebijakan hasil voting," tambah Pakde Karwo

Pada kesempatan yang sama Khofifah menegaskan bahwa dirinya dan Emil akan meneruskan kebijakan yang dirasa baik pada kepemimpinan Pakde Karwo dan Gus Ipul. Dirinya juga akan memperbaiki beberapa kebijakan yang sekiranya masih kurang.

Salah satunya soal garam. Khofifah mengaku penasaran kenapa selama kepemimpinan Pakde Karwo, Jatim terbiasa mengimpor garam. Dia akan berkomunikasi langsung dengan Pakde Karwo terkait masalah itu.

"Ada yang masih belum terkonfirmasi. Saya juga banyak mendapatkan transformasi kebijakan yang dilakukan Pakde. Masih banyak pertanyaan saya. Pakde, kenapa impor garam," kata Khofifah.

Meski demikian, dirinya sepakat jika kultur dialog dan musyarawarah menjadi hal penting dalam membuat kebijakan. Menurutnya, komunikasi dalam membuat kebijakan yang strategis perlu dilakukan. Khofifah menilai, budaya komunikasi itu selama ini telah terbangun dengan baik melalui kepemimpinan Soekarwo.

Oleh sebab itu Khofifah berharap ada masukan dari semua lapisan masyarakat dan kepala daerah saat dirinya memimpin Jawa Timur. "Saya dan mas Emil mohon dapat selalu diingatkan dan dapat pengawalan, bagaimana suksesnya Pakde Karwo dan Gus ipul," tuturnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Aryo Mahendro

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Pakde Karwo: Saya Mohon Pamit karena Gaji Tinggal Satu Amplop