Selasa, 19 Februari 2019
Tablig Akbar PA 212 di Solo

Dicecar 57 Pertanyaan, Slamet Ma’arif: Hukum Harus Adil

7 Februari 2019, 19:50:49 WIB

JawaPos.com - Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo selama lebih kurang 6,5 jam, Kamis (7/2). Selama pemeriksaan tersebut, Slamet mengaku dicecar dengan 57 pertanyaan oleh penyidik polresta Solo.

Meski begitu, Slamet meyakini bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran kampanye seperti yang ditudingkan oleh pelapor. "Alhamdulillah tadi sudah diperiksa, dan ada 57 pertanyaan yang diberikan kepada saya. Saya jawab satu persatu," ungkapnya kepada JawaPos.com usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo, Kamis (7/2).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menyampaikan, pada intinya pertanyaan yang diajukan saat pemeriksaan adalah mengenai organisasi PA 212. Selain itu, juga mengenai isi tausiah yang disampaikan saat Tablig Akbar PA 212 yang diadakan di Solo, Minggu (13/1) lalu.

Dan saat menghadiri Tablig Akbar PA 212, dirinya hadir sebagai Ketum PA 212 dan juga ulama. Dirinya diundang sebagai pembicara untuk memberikan ceramah. "Kalau dikaitkan dengan Undang-Undang Pemilu tentang pengertian kampanye, saya tidak pernah melakukan kampanye. Karena saya tidak menyampaikan visi dan misi program Paslon," ungkapnya. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Slamet menyampaikan, pihak penyidik juga sempat memperlihatkan rekaman video saat dirinya memberikan tausiah kepada peserta. Menurutnya, isi dari ceramahnya itu merupakan kalimat yang mudah dipahami dan dicerna oleh siapa pun. "Dan saya tidak pernah menyebut nama Paslon mana pun," imbuhnya.

Slamet juga menyinggung soal kasus pelanggaran kampanye yang pernah terjadi di kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Tapi waktu itu kasus dugaan pelanggaran itu akhirnya dihentikan karena memang belum ada jadwal resmi pengaturan waktu dan tempat kampanye. 

"Saya sampaikan (kasus) itu menjadi pertimbangan penyidik, artinya hukum harus adil harus sama dengan yang lain," pungkas Slamet.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Dicecar 57 Pertanyaan, Slamet Ma'arif: Hukum Harus Adil