Selasa, 19 Februari 2019

Kasus Pembobol Brankas Luwes, Pelaku Sempat Beraksi di Ngawi

6 Februari 2019, 21:24:47 WIB

JawaPos.com - Kawanan spesialis pembobol brankas yang berhasil dibekuk jajaran Polres Sragen ternyata diketahui sudah beberapa kali beraksi. Sebelum, berhasil membobol brankas milik Toserba Luwes, Sragen dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp 2,2 miliar lebih, dua pelaku yakni Supriyanto alias Kohing dan Narwan pernah beraksi di daerah Ngawi, Jawa Timur (Jatim).

Dalam aksinya tersebut, kedua pelaku berhasil membawa uang dari brankas senilai Rp 600 juta. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para pelaku. 

"Jadi ini memang komplotan spesialis brankas lintas provinsi, sebelumnya mereka pernah melakukan aksinya di Ngawi dan berhasil membawa uang Rp 600 juta," ungkap Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan kepada JawaPos.com, Rabu (6/2).

Kasus Pembobolan Brankas
OTAK PEMBOBOL: Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan menanyai otak pelaku pembobol brankas yang sekaligus pembuat brankas, Supriyanto alias Kohing. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Kapolres menambahkan, jajarannya akan terus mengembangkan kasus pembobolan brankas tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan, para pelaku juga pernah melakukan aksinya selain di Ngawi dan Sragen. 

"Masih kami kembangkan, tidak menutup kemungkinan ada TKP lain. Karena mereka lintas wilayah," ucapnya.

Yimmy juga mengimbau kepada seluruh warga yang menjadi korban pembobolan brankas agar segera melaporkannya kepada pihak terkait. karena tidak menutup kemungkinan, pelaku pembobolan tersebut adalah ketiga pelaku yang berhasil ditangkap Polres Sragen. 

"Kalau kasus yang terjadi di wilayah Sragen akan kami tangani, tapi kalau yang di wilayah lain kami akan koordinasi dengan kepolisian setempat," katanya.

Seperti diketahui, ketiga pelaku spesialis pembobol brankas diantaranya Supriyanto alias Kohing, 34, Narwan, 38, dan Risang Gilang, 21 berhasil ditangkap jajaran Polres Sragen. Dari tangan ketiga tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya uang tunai hasil kejahatan yang belum sempat digunakan senilai Rp 1,2 miliar, sejumlah emas, puluhan jam tangan, mesin gerinda listrik, mesin bor listrik, belasan mata bor, dua tas, handphone, tiga sepeda motor, satu unit mobil dan sejumlah barang bukti lainnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Kasus Pembobol Brankas Luwes, Pelaku Sempat Beraksi di Ngawi