Senin, 18 Februari 2019

Menkeu Sri Mulyani Persilakan Pertamina Kaji PPN Untuk Avtur

12 Februari 2019, 15:03:51 WIB

JawaPos.com - Para pelaku usaha mengeluhkan mahalnya harga avtur. Hal itu membuat mereka harus melakukan penyesuaian. Salah satu penyebabnya, harga avtur dari PT Pertamina (Persero) mahal karena kena berbagai pajak, salah satunya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mempersilahkan Pertamina mengkaji kembali terhadap pengenaan tarif PPN bagi avtur. "Pertamina (silahkan) review saja, nanti kita lihat implikasinya," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/2).

Bahkan, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini siap mengkaji pengenaan PPN tersebut. Nantinya, pemerintah juga bakal membandingkan dengan tarif di beberapa negara tetangga.

"Saya menyampaikan sama seperti yang pernah disampaikan Garuda, kalau sifatnya level playing field, kita siap membandingkan dengan negara-negara lain di Singapura atau Malaysia. Kalau treatment terhadap PPN sama ya kita samakan, supaya tidak ada kompetisi yang tidak sehat," tegasnya.

Seperti diketahui, avtur di Indonesia selain mahal dari awal karena kondisi kilang yang sudah tua. Di mana ketika keluar dari kilang harga avtur sudah 5 persen lebih mahal daripada harga internasional atau impor. Mahalnya avtur juga karena pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN 10 persen), ada lagi biaya sewa peralatan dari PT Angkasa Pura selaku pengelola bandara.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Menkeu Sri Mulyani Persilakan Pertamina Kaji PPN Untuk Avtur