Senin, 18 Februari 2019

Mengorbitnya Satelit Nusantara Satu Akan Dorong Perekonomian Daerah

12 Februari 2019, 16:39:40 WIB

JawaPos.com — Indonesia dalam waktu dekat kembali akan memiliki tambahan satelit Baru. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berencana meluncurkan Satelit Nusantara Satu, pada 22 Februari 2019 waktu Jakarta.

Peluncuran Satelit broadband pertama di Indonesia ini dinilai akan semakin memudahkan masyarakat di berbagai pelosok daerah mendapatkan akses teknologi informasi. Dengan kualitas dan jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia, Nusantara Satu diharapkan dapat mendukung percepatan ekonomi di daerah.

"Kehadiran Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Indonesia. Dengan peran internet yang semakin besar bagi perekonomian, satelit ini akan mampu memberikan nilai lebih bagi aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Hendra Gunawan, Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/2).

Hendra menambahkan, meningkatnya akses internet, khususnya di wilayah Indonesia Timur, akan berdampak positif bagi terbukanya peluang-peluang ekonomi baru. Apalagi wilayah Indonesia Timur dikenal dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa.

"Teknologi informasi adalah salah satu kunci kemajuan ekonomi modern saat ini. Satelit Nusantara Satu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap internet dan ini modal bagi kemajuan masyarakat di pelosok Indonesia," tambahnya.

Akses internet yang meluas juga akan memperkuat birokrasi yang efisien dan mendorong transparansi penggunaan dana di daerah.

"Nusantara Satu kami harapkan dapat membuka akses internet di 25 ribu desa di Indonesia. Ini akan sangat strategis bagi percepatan ekonomi dan pengelolaan pembangunan, dengan membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah yang kini bisa dilakukan online," jelas Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso.

Melalui satelit Nusantara Satu, PSN menargetkan 25 juta orang Indonesia mendapat akses untuk terkoneksi ke internet. Target pengguna internet ini diantaranya adalah pelaku usaha menengah kecil (UMKM), pengusaha cafe, warung-warung yang makin menjamur di daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan masyarakat hingga Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Sampai akhir tahun ini kami harapkan ada 10 ribu desa yang sudah terkoneksi. Sampai saat ini sudah sekitar tiga ribuan dan dua puluh lima ribu desa itu selesai sekitar tahun 2020-2021," kata Adi.

Satelit Nusantara yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, akan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

"Sebagai perusahaan satelit swasta pertama dan pionir di industri satelit Nasional, PSN akan terus melakukan terobosan agar satelit dapat menjadi ujung tombak kemajuan Indonesia. Nusantara satu adalah salah satu bagian dari strategi jangka panjang PSN untuk mewujudkan hal itu," ujar Adi menambahkan.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 38 transponder C-Band dan Extended C-Band serta 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas bandwith mencapai 15 Gigabita per second (Gbps). Satelit ini juga memiliki bobot pada saat peluncuran yaitu sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.

Adapun cakupan Satelit Nusantara Satu meliputi seluruh wilayah Indonesia hingga Asia Tenggara. Setelah meluncur, satelit ini akan ditempatkan pada slot orbit 146 derajat bujur timur, tepat di atas Papua.

Satelit akan dikendalikan melalui Satellite Control Center di Jatiluhur, Jawa Barat. PSN juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional ketika satelit telah mengorbit.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Mengorbitnya Satelit Nusantara Satu Akan Dorong Perekonomian Daerah