Jawa Pos Logo

JAKARTA – Poros koalisi PDIP bergerak lebih cepat daripada poros koalisi lainnya. Kemarin (12/4) capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi sejumlah elite PDIP bertandang ke tiga partai sekaligus untuk menawarkan ajakan berkoalisi. Yaitu, Partai Nasdem, Golkar, dan PKB.

Di antara tiga partai yang didatangi, baru Nasdem yang sudah memastikan siap memberikan dukungan. ”Sambil menunggu hasil penghitungan (pemilu legislatif dari KPU), Nasdem sepakat rapatkan barisan untuk persiapan mendukung capres dari PDIP,” kata Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan rombongan Jokowi di kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Gondangdia, Jakarta, kemarin (12/4).

Dengan resmi berkoalisi bersama PDIP tersebut, lanjut Paloh, kesuksesan pencapresan Jokowi juga menjadi tanggung jawab partainya. Termasuk, terkait dengan siapa gubernur DKI Jakarta itu dipasangkan.

Paloh menyatakan, dalam dua atau tiga hari ke depan partainya bisa saja menyodorkan nama untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Nama itu tentu akan dibicarakan bersama Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. ”Tetapi, yang penting sekarang kami (Nasdem dan PDIP, Red) sudah seiya sekata untuk sama-sama mengusung platform gerakan restorasi,” ucapnya.

Meski mengakui bahwa penentuan cawapres pendamping Jokowi merupakan salah satu positioning partainya, Paloh mengaku bahwa hal tersebut bukan hal yang paling utama. ”Yang harus diperjuangkan, bagaimana Mas Jokowi dari capres menjadi presiden, tidak hanya berhenti sebagai capres,” ujarnya.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Nasdem dan elite PDIP pada Kamis (10/4) atau tepat sehari setelah pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu. Saat itu Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo yang disertai sejumlah elite PDIP datang untuk menemui Surya Paloh.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar