Jawa Pos Logo

TASIKMALAYA – Lokomotif KA Malabar belum berpindah tempat. Evaluasi loko di Kampung Terung, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, itu kemarin gagal membuahkan hasil.

Bahkan, posisi lokomotif yang masuk ke jurang pada Jumat lalu (4/4) itu semakin menjauh dari tepian tebing. Kesulitan terjadi karena total beban kepala ular besi itu mencapai 92 ton.

Sebelum evakuasi dilaksanakan, lokomotif kereta jurusan Bandung-Malang itu pun dihidupkan oleh para petugas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Para pekerja lantas memasang dua bogie di lokomotif. Pada saat yang sama, para pekerja lain menyiapkan bantalan dari balok kayu di bawah lokomotif untuk menstabilkan posisinya.

Saat diangkat, lokomotif masih berada di tempat semula. Namun, saat bogie (roda di lokomotif) kedua ditarik menggunakan kirow crane, lokomotif malah turun 20 meter dan tertahan pohon-pohon di bawahnya.

Untung, saat itu tidak ada pekerja di sekitar lokomotif karena lokasi tersebut diguyur hujan cukup deras. Akibat turunnya lokomotif itu, tanah tebing yang belum sepenuhnya padat terkikis lagi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar