Jawa Pos Logo

JOMBANG – Ujian nasional (unas) tingkat SLTA dilaksanakan Senin (14/4) secara serentak. Namun, dalam penyortiran naskah per subrayon di aula Mapolres Jombang kemarin (12/4), panitia mendapati sampul naskah yang tidak lengkap. Bahkan, kekurangan tersebut hampir merata di seluruh jenjang, baik SMA, MA, maupun SMK.

Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, di jenjang SMK, misalnya, panitia subrayon mendapatkan naskah pelajaran matematika untuk program keahlian teknik yang tidak lengkap hingga pukul 12.30 kemarin. Setelah dihitung kembali, naskah tersebut masih kurang satu sampul besar.

Artinya, kurang 21 naskah untuk 20 siswa dalam satu ruang ujian. Kemudian, disusul naskah untuk peserta unas jenjang madrasah aliyah (MA). Sedikitnya ada dua madrasah yang belum kebagian naskah pelajaran matematika untuk program keagamaan. Jumlahnya mencapai dua sampul kecil A dan dua sampul kecil B. Sampul kecil A berjumlah 10 dan sampul kecil B sejumlah 15 siswa.

Kabid Dikmen Disdik Jombang Fathurrohman saat ditemui di Polres Jombang membenarkan adanya kekurangan naskah itu. Kekurangan naskah matematika untuk program keagamaan tersebut terdapat di subrayon MAN Rejoso dan MAN Denanyar. ’’Dengan penyortiran inilah kekurangan naskah bisa diketahui sejak dini,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut Fathur yang didampingi Kasi Kurikulum SMA Nanang Ismunanto, kekurangan naskah terjadi pada siswa MA program IPS. Yaitu, naskah bahasa Indonesia kurang satu sampul kecil A, naskah bahasa Inggris kurang satu sampul kecil B, dan naskah sosiologi kurang satu sampul besar.

Bukn hanya itu, selama penyortiran hingga kemarin sore, panitia juga mendapatkan kaset listening yang tidak lengkap. Bahkan, kekurangan kaset untuk ujian bahasa Inggris tersebut terbilang cukup banyak. Yakni, mencapai 26 lembaga yang terdiri atas 9 SMA dan 19 MA. Jumlah 26 lembaga itu sangat banyak karena setiap ruangan diakumulasikan memerlukan satu kaset.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar